Aku mencintai diriku melebihi siapapun
Awalnya aku berpikir cinta kepada diluar diri adalah yang terbaik. Semisal cinta pada suami, anak, keluarga. Dan ini yang dinamakan pengorbanan.
Hingga muncul kesadaran, bagaimana aku bisa mencintai mereka sementara aku tidak tau apa dan bagaimana mencintai diri sendiri.
Self Love.
Selama ini aku merasa jika menyenangkan diri sendiri dengan hobi yang ku punya adalah kejahatan dan aku egois.
Sebelum menikah. Aku adalah seorang pencinta kesendirian. Aku senang bercerita dengan diriku sendiri. Merenung. Membaca buku, Baca dan hafalan Al Qur'an, menulis, belanja, belajar, memasak, dll.
Banyak hal yang tidak ingin kulakukan bersama orang lain. Apapun kegiatan positif bisa kulakukan sendiri.
Setelah menikah, karena kurang ilmu aku merasa berbakti dengan melupakan jati diri adalah yang terbaik bagi akhiratku. Tapi aku malah kehilangan jati diriku.
Konsep mandiri yang kulakukan bertahun lamanya. Setelah menikah hampir 16 tahun di Maret nanti. Aku tak berdaya. Sering kehilangan jati diri. Karena ingin diutamakan sementara lupa mengutamakan diri.
Bahagiaku bergantung pada tindakan suami, anak, serta keluarga terhadapku. Padahal dulu ku tak peduli anggapan siapapun. Kebergantunganku pada suami bukan malah menjadikan aku prioritas bagi suamiku, anak dan keluarga, nyatanya aku jadi orang yang menyebalkan dan tak dipedulikan.
Misal aku pengen pergi ke Gramedia atau tempat menyendiri. Ketika suamiku malas dan enggan maka aku akan merasa diabaikan dan tidak jadi pergi. Kalau dulu aku mau ya aku kerjakan.
Belum lagi HP yang menguras begitu banyak waktu produktif yang ku punya.
Semoga di tahun ini aku memiliki Resolusi Pribadi yang membuat aku menjadi diriku sendiri.
Aku Mandiri Aku Sehat Aku Bahagia
Aku dekat Al Qur'an
Aku dekat Majelis Ilmu
Aku adalah Da'i sebelum apapun
Here I Go
Bismillah
Tolong Aku ya Allah
Komentar
Posting Komentar