Cabdis dan Etc

Hari ini 13 Januari 2025. Sudah 13 hari berlalu di Bulan pertama di Tahun 2025. Seluruh Kepala Sekolah diundang untuk Apel Pagi di Cabdis hari ini.

Ada beberapa kategori yang diberikan terkait penghargaan. MKKS Binjai Langkat serta Unit Sekolah Baru.

Semakin kemari aku sepertinya semakin tak tentu arah. Berbagai tekanan, berbagai kemudahan, berbagai kenikmatan terpampang nyata. Dan aku merasa hampa.

Berita tentang tertangkapnya Kepala BKD Langkat Eka Depari dan Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Abdi tentu saja sedikit banyak menimbulkan bias dihatiku.

Kenapa?

Pertama:

Oknum Polda adalah instansi yang menangani kasus P3K sekaligus tersangka untuk kasus DAK di Sumatera Utara. Oknum tentunya ya.

Kedua:

Setiap akhir tahun dan Iedul Fithri seluruh kepala sekolah diwajibkan via MKKS mengumpulkan "Upeti" untuk Jaksa dan Kepolisian.

Ketiga:

Tekanan Jaksa atas nama Sabri Marbun kepadaku yang diamini oleh MKKS untuk THR berkali-kali menghilangkan keyakinan akan kepercayaanku terhadap lembaga hukum.

Keempat:

Pemeriksaan KPK di BPKP Medan terkait kasus DAK tidak ada ujungnya. Pelaku support buku Pak Kurnia Utama dan Khaidir tetap eksis.

Kelima:

Inspektorat yang harusnya menjadi lembaga steril malah mengambil keuntungan saat melakukan audit ke Sekolah2, dan banyak interpretasi yang bias tidak sesuai juknis BOS.

Pasti kalian akan mengatakan "Makanya jangan mau"

Atau "Tolak saja beres"

"Korupsi itu"

"Jahattt"

Ayo adakah statement yang lain???

Sudah dicoba

Akhirnya 

Aku difitnah tidak bisa bekerjasama dengan MKKS

Aku disebut Kepala Sekolah yang tidak berkolaborasi (Asli Lucuuu tapi syedih)

Aku diumpan ke Polres Binjai (via Telpon a.n. Heri Sembiring) dimop ada aduan masyarakat terkait laporan SPP dan Sekolah katanya 

Aku dijadikan sasaran empuk wartawan yang membuat berita "Kepala sekolah a.n *diriku* korupsi ratusan juta". Tanpa bisa ku klarifikasi atau sekedar menolak secara berkelas. Ketika minta saran dari MKKS atau Ke Cabdis atau ke Kabid sekalipun mereka bilang Pande2 bermain. Wah negeri tercinta Indonesia.

Satu yang selalu menjadi dasar aku kembali bersemangat adalah 

Mungkin aku tidak bisa mengubah 💯 % keburukan yang hari ini terjadi. Tapi aku yakin sepersekian % usaha yang aku rintis akan menjadi kebaikan kedepannya.

Seperti nasihat kepada rekan yang sudah lama menjadi Kepala Sekolah dan muak terhadap kejahatan terstruktur yang ada.

Kalau belum bisa mengubah 10 kejahatan menjadi 10 Kebaikan minimal kita mengurangi 10 kejahatan jadi 9 kejahatan dan 1 kebaikan.

Kalau Allah mau tentu mudah bagi Allah. Tetap minta petunjuk ditengah keraguan akan keadilan.

Belum lagi Review berkedok Pulsa yang luar biasa.

Salam Sayang dari yang mengusahakan bibit kebaikan.

Juliana Tarigan 

Ya Rabb peluk aku hamba lemah Mu 🥺🥺🥺

Komentar

Postingan Populer