Consumer
Apa tujuan manusia diciptakan?
Sebagai seseorang yang mencintai keindahan ternyata aku salah atau lebih tepatnya kurang mindfull ketika menganggap bahwa keindahan adalah sesuatu/barang yang mesti baru.
Terkait dengan konsumsi baju, dll. Apik dan indah lebih kepada seni. Jadi bukan jumlahnya yang perlu diperbanyak tapi kesesuaian dengan karakteristik serta keindahan yang melekat pada diri.
Aku menikmati beberapa waktu terakhir terkait kekaguman orang lain terhadap fashion yang kukenakan. Aku semakin fashionable dan mendapat pujian dari orang sekitar. Bahkan anakku sendiri mengagumi aku dan menganggap aku keren.
Tapi....
Aku merasa ada yang hilang dari diriku. Ternyata kecerdasan intelektual tanpa embel-embel cantik tidak lagi melekat pada diriku. Aku sibuk pada tampilan fisik. Belajar tak lagi menarik bagiku.
Sulit untuk konsentrasi pada hal yang dulunya kunikmati.
Membaca buku. Berdiam tanpa Gadget hal yang mustahil.
Apakah ada yang benar-benar baru dalam ilmu pengetahuan. Tentu. Ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Namun satu hal yang tidak akan berubah. Nilai diri akan tetap sama.
Hal yang dulu kulewatkan. Sekarang menjadi kenikmatan semu. Hal yang dulu kunikmati secara brutal seolah sia-sia sekarang. Aku hampir tak mengenal diriku
Aku masih berharap aku bisa seimbang dan mindfull dalam bergaya dan berfikir. Ya Allah aku mohon. Jadikan aku hamba-Mu yang seimbang. Seimbang berpikir seimbang bergaya. Karena sungguh aku menyukai keduanya. Tak ingin aku menjadi burik dengan kecemerlangan akal. Karena aku tahu ya Allah, Engkau pun menyukai keindahan. Aku ingin menjadi seperti yang Kau inginkan.
Komentar
Posting Komentar