Media Oh Media

Menyebalkan sekali jika kita diberitakan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Bagaimana tidak? Semua yang kulakukan bersama Tim dan Guru serta keluarga besar SMAN 1 SB ternyata sia2. Keputusan apapun yang dihasilkan rapat menjadi gorengan media. Seperti kerupuk, renyah.

Hak jawab seolah lenyap. Tanpa bekas, tanpa tau siapa dan dari mana sumber berita timpang tersebut.

Marah, sedih, kecewa, kesal berbaur menjadi satu. Benci itu hasil diujung rasa yang kukorbankan demi kemajuan berbalas pemberitaan tanpa jeda.

Ya jeda. Mungkin itu yang harus dan dibutuhkan saat ini.  Perubahan itu harus mengikuti ritme alam. Tak usah menantang ombak, kau akan tenggelam. Tak pula kau hindari ombak karena ia adalah keindahan.

Seni memimpin adalah ketika yang dipimpin bahagia dan menemukan arah tujuan kemana dia akan berlabuh.

Pelabuhan sebenarnya adalah Ridho Allah. Maka apa yang dikhawatirkan jika Allah Ridho.

Seisi bumi bisa terasa membebani tapi yakinlah Allah senantiasa membersamai. Ya Allah di saat terang gelap jiwa dan hatiku mohon tetap bersamaku ya Rabb.

Barangkali hari ini adalah doa yang ku panjatkan bertahun lalu. Izinkan aku menjadi pemenang dalam pertarungan ini ya Allah. Pertarungan Haq dan Bathil.

Kuatkan hati, mental, serta jiwa ragaku ya Allah. Agar dapat menuntun hati jiwa dan rasa yang tersesat baik diri maupun orang yang kukenal dan mengenalku.

Berbagi bukan tentang rugi tapi menjalin silaturahmi.

Media oh Media. Semoga langkahmu lurus selalu.

Komentar

Postingan Populer